Jayapura – Risma Quba Skyline kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan generasi muda dengan berkolaborasi bersama PULIH Papua menggelar penyuluhan anti kekerasan terhadap perempuan. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Masjid Quba Skyline dan diikuti oleh para remaja serta pemuda setempat dengan antusias pada hari Sabtu (13/12/2025).
Penyuluhan ini menghadirkan Novita N.T.D. Opki, S.Par sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan secara komprehensif mengenai berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan, baik fisik, psikis, seksual, maupun kekerasan berbasis digital. Ia juga menguraikan dampak jangka pendek dan jangka panjang yang dapat dialami korban, mulai dari trauma psikologis, hilangnya rasa percaya diri, hingga gangguan dalam kehidupan sosial. lebih lanjut ia mengatakan ada beberapa kasus yang terjadi di Kota Jayapura dialami oleh anak-anak dan pelakunya adalah orang terdekat korban. Pelaku mengancam korban sehingga korban tidak berani melaporkan kejadian yang dialaminya tersebut. oleh karena itu, korban butuh pendampingan intens dari keluarga dan pendampingan hukum agar korban berani melaporkan pelaku kepada pihak yang berwajib agar kasusnya dapat ditindaklanjuti dan memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku.
“Pencegahan harus dimulai dari kesadaran diri dan keberanian untuk mengatakan tidak pada tindakan yang tidak pantas. Remaja perlu memahami batasan, menghargai diri sendiri, dan saling menjaga,” jelas Novita dalam sesi diskusi.
Kegiatan ini dipandu oleh moderator Wa Ode Yessy Gusman yang mengarahkan jalannya dialog secara interaktif. Sesi tanya jawab berlangsung dinamis, dengan peserta aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan mereka terkait fenomena kekerasan terhadap perempuan di lingkungan sekitar.
Founder PULIH Papua, Rani Yanti Ngabalin, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas komunitas dalam upaya pencegahan kekerasan. Menurutnya, edukasi di lingkungan keagamaan memiliki peran strategis dalam membangun nilai-nilai saling menghormati dan empati sejak dini. “Perlindungan terhadap perempuan bukan hanya isu perempuan, tetapi isu kemanusiaan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan ruang yang aman dan setara,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina Remaja Masjid Quba Skyline, Nurbaya, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai penyuluhan semacam ini sangat relevan bagi generasi muda agar tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan keberanian membela kebenaran. “Remaja masjid harus menjadi pelopor kebaikan, termasuk dalam mencegah dan melawan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Risma Quba Skyline dan PULIH Papua berharap para peserta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Dengan pengetahuan yang diperoleh, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih aman, saling menghargai, dan bebas dari kekerasan terhadap perempuan di kalangan generasi muda Jayapura.